What's done in the DARK will surely come to the LIGHT :)

Jumat, 21 Oktober 2011

Jomblo is cool !

kenapa sih akhir-akhir ini orang-orang di sekitar gue mempermasalahkan status gue yang hmmmm... well... single. I think, one is better than two kok *ini kalimat ngeles buat para jomblowan dan jomblowati. hahaha... Tapi iya loh, daripada punya pacar tapi tersakiti. *tetep sih lebih naas sendiri dan tersakiti. hah jleb nancep! hahaha, oke oke gue gak mau curcol di sini :p

jadi gini, udah hampir sebulan gue di mutasi dari HRD dan bergabung di tim Mata Najwa. Ada 11 orang termasuk host nya: Najwa Shihab. Gue seneng karena tim itu didominasi oleh anak muda. woohoo! ini berarti gue gak perlu dengerin curhatan ibu-ibu HRD tentang kehidupan rumah tangga mereka (including: their sex life, hihihi)

Well, suatu hari kami yang muda-muda makan di Cafe kantor. Ngobrol ngalor ngidul and finally we talked about love life. Semangat dong gue menceritakan kisah-kisah cinta gue yang keseringan hanya berakhir nyaris jadian and then lost! Muahahahaha...

Satu-satu mulai bercerita dan terkuaklah informasi baru diantara kami: Shahnaz tim riset Mata Najwa ternyata sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya selama 6 tahun. Gonjrang gonjreeeng! Echa, anak magang, sudah menjalin kisah kasih asmara dengan pacarnya selama 3 tahun. Mbak Nobi, tim riset, pacaran udah satu tahun. Resa, tim riset, sudah 4 tahun pacaran. Mas Pandu, staff Produksi, udah punya pacar juga (entah udah berapa lama, tapi kami menyimpulkan dia akan segera menikah. hahahah peace mas). Laura yang menjalin LDR selama 6 tahun, kalo gak salah. Dan terakhir Kak Cory, reporter, yang udah pacaran 2 tahun dan akan memberi kado Galaxy Tab ke pacaranya (enak banget jadi pacarnya!!!) sisanya ya produser kami yang udah punya anak.

Semangat yang tadinya menggebu-gebu, luntur sudaaah ketika tahu fakta-fakta itu! hahaha i better keep silent dan hanya bisa berharap dalem hati kalo mereka gak akan menanyakan "kamu udah berapa lama sama pacar, Dil?" Alih-alih berdalih kebelet pipis, gue mencoba lari dari giliran gue bercerita.

Yes, you are right! i can't run. Face this part, Dila!

"Dila, kamu punya pacar kan?" those words finally came out. Hahaha... Gue jawab pertanyaan itu dengan senyuman termanis, "Jomblo is cool, sodara-sodara" dan mereka semua tertawa sambil menyimpulkan suatu hal yang sebenernya sama sekali nggak perlu disimpulkan: Gue merupakan satu-satunya orang yang jomblo di tim kami.

Beberapa hari kemudian, Kami lagi-lagi membicarakan tentang pacar masing-masing, eh pacar MEREKA masing-masing deng. Biar tetep kelihatan cool dan asik, gue sok berkomentar "wah baik ya pacar kamu" atau "romantis banget deh" atau "roman-romannya udah mau nikah nih". Gue fikir dengan gue mengomentari cerita mereka, masalah pasif gue dalam bercerita tentang love life akan selesai. Ternyata tidak!!! Tiba-tiba dari balik komputer, Mas Pandu ngomong "apa sih Dil, cari pacar aja sana" lengkap dengan logat jawanya. Sontak satu ruangan ketawa. *tolong kuatkan hati Aim ya Owoh! menatap nanar ke langit sambil menengadah.

Malam semakin larut, krik krik krik..

di ruangan hanya tersisa gue, Echa, Mas Pandu, dan Resa. Sambil asik meriset, kami menonton Kim Kardashian wedding party. Tiba-tiba Resa yang duduk di sebelah gue berkata, "lo beneran gak punya pacar ya, Dil? Masa sih?" ekspresi gue yang tadinya senyum-senyum sendiri gara-gara pernikahan romantisnya Kim berubah total jadi muka datar. Lagi-lagi untuk ke sekian kalinya gue menjawab dengan cool dan kalem "loh emang semua orang harus pacaran ya?"

Well guys, sometimes i'm getting sick of those question: "kok lo bisa jomblo sih?" atau "kenapa single sih?" dll. Tapi gak usah dibawa serius lah yaaa... Gue anggap reaksi keterkejutan mereka atas status single yang gue emban merupakan bentuk pengakuan secara nggak langsung kalo gue terlalu keren untuk menjomblo. hahahahaha, i know i'm cool. hahahahaha :p

Nggak perlu double buat jadi cool. Jomblo is cool kok! *ngeles. hahahaha... Dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu adalaaah... hmmm kasih tau gak yaaa? :p

thank God i found them (Part 2)

jadi siapa aja sih mereka? ;)
NL 2007:

1. Alvin: Ini partner berantem gue. Tapi kalo lagi akur, kami bisa sampai pinjem-pinjeman baju. Ralat. Gue doang sih yang sering pinjem kaos Girodanonya. (Dia selalu bangga dengan merk itu, how norak he is!) Dia hebat dalam menulis. Gue sangat berharap kelak dia jadi penulis novel dan script writer untuk sebuah film.

2. Dece: Dia orang asli Depok pertama yang berhasil menjadi teman dekat gue. Serahasia-rahasia-nya cerita, gue akan tetep menceritakan hal tersebut ke dia. Dia biasa dipanggil Oma, karena umurnya lebih cocok masuk angkatan 1945 daripada 2007. hahaha, but i love you oma. Dia orang yang sabar sabar dan sabar! She knows me so well :*

3. Rikong: orang ini adalah pencetus sekaligus yang mempopulerkan panggilan "dede". errrr! alesannya waktu itu: " Dil, lo kan paling kecil di antara kita-kita. Cocoknya dipanggil DEDE, kita panggil kamu DEDE aja yah?" Rikong hebat. Dia wakil ketua LITAR UI, Abnon 2 Jak-Ut, Finalis Abnon Jakarta, dan baru-baru ini menjadi finalis Putri Indonesia 2011. Kapan badan aku sekurus kamuuuu Rikoooong!!!

4. Rizal: Abang paling ganteng se-Jakarta Selatan. hahaha.. Dia sangat loyal. Gue akan sangat nempel sama dia di akhir/awal bulan, masa-masa gajian. hahaha.. gak nanggung-nanggung kalo udah nraktir! Gue rasa kalo ada pemilihan Abang paling ter-gak-nanggung-nanggung menraktir orang, dia lah pemenangnya. sukses dietnya ya beybiii.

5. Duti: si Babi yang kerjaannya tidur mulu, pecinta pria dan gak akan segan-segan untuk memangsa lawan jenisnya kapanpun dimanapun dan bagaimanapun caranya. Watch Out boys! Tapi diam-diam dia dewasa sekaliiiii. jago masak. dan diam-diam juga menyimpan rasa galau yang amat teramat sangat akut. hahahaha oh HDM oh HDM :p

6. Tetek: Nama aslinya Getfy, tapi karena pantun mujarabnya "ada udang di balik batu, ada daging di balik baju, teteee deeeh" jadilah kami memanggilnya Tetek! sangat antagonis. memiliki tenaga yang superrr! maklum anak MB UI, latihannya pooolll! oh Tetek, i miss our 'nyinyir' conversation in the silent of the night.

7. Septian: ini cowo paling ter-gak-inisiatif yang pernah gue temui. tapi bagusnya, dia selalu ingin memperbaiki kualitas dirinya sendiri. Dia berhasil berubah dari pribadi yang pendiam kaku tertutup menjadi pribadi yang metroseksual gigih bekerja dan hobi flirting. sukses Sepsyeeeen!

8. Ajeng: nah kalo yang ini cukup satu kata, Binal. hahaha... Ajeng ini sayang sekali loh sama Sepsyen. Sayangnya tuh beda. hemmmm... kasih tau gak yaaa :p

9. Winda: damn you! i blame you for everything i feel about love. But love is not always happy ending, you know that. And never ever try to bring me back to all those memories. udah gak ngefek juga sih. hehehe i love you, Nda. cepet nikah sama Radif. i wish you get all the best. And thank you for Aung.

10. Laras: partner nanyi akoooh! we are DiLaras. the best duo female artist ever. mari ber-JUANG dalam mendapatkan Juang kembali ke dekapan mu, Nak, hohoho... we love Tao MIng Tse and Adit (Eiffel I'm in Love) karakternya di film loh ya bukan orangnya. Dia ini sangat hobi shopping. Bisa dilihat di dompetnya, dia mengoleksi hampir segala macam kartu member yang ada di mall-mall.

*to be continued... i still have 10 friends to describe. banyak yah PR nya -_-

thank God i found them (Part 1)

Kata orang, masa SMA adalah masa paling indah dimana kita selalu ingin terus mengulang tiap kejadian yang sudah kita alami. But sorry to say, i don't agree with you guys. buat gue, seindah indahnya masa adalah ketika gue kuliah.

Mmmh mungkin karena waktu SMA gue pernah dibully sama temen-temen sendiri.(well, kata "dibully" kayaknya terlalu kasar untuk mendeskripsikan perlakuan temen-temen gue saat itu)

Sebenernya gue males buat ngungkit yang udah-udah. Toh kejadiannya juga udah lama. actually i do forgive them, but i can't totally forget it. Intinya aja yah, mereka pernah sangat mengecewakan gue. I know exactly that everyone has two faces. Tapi kalo temen-temen gue ini kayaknya punya lebih dari 10 muka.

The perfectly words of telling how I felt: You have disappointed me, guys.
Dan di sanalah gue mulai gak percaya sama yang namanya sahabat-sahabat-an-badecuih-huekhuek-kampreto. Kadang sahabat adalah musuh terbesar kita. And yes, they are the truly enemy. Blah, having a "gank-genk-gonk-or whatever they call it" is not cool at all.

Sampai akhirnya gue masuk kuliah dan memiliki banyak teman baru.

Bahkan mereka lebih dari sekedar teman, tapi mereka juga bukan sahabat gue. Seperti yang udah gue bilang, Sahabat = Musuh sesungguhnya. Jadi gue gak akan sebut mereka sahabat. Because they are my family.
They are my NL 2007.
and thanks God i found them :)

*nb: hubungan gue dengan mantan teman-teman segenk gue itu baik-baik aja, nggak ada jotos-jotosaan, adu bacot, perang dingin, dan sejenisnya. Gue cuma mulai menjaga jarak. And up to now, i act like i was never disappointed.