What's done in the DARK will surely come to the LIGHT :)

Minggu, 31 Juli 2011

i love you. enough said.

dia datang dengan sangat sederhana. menyapaku juga sangat sederhana. hanya bermodalkan niat "nambah temen" kami melakukan kegiatan formalitas yg dinamakan berkenalan. dia terlihat sangat kaku awalnya, mencari topik seru untuk dibicarakan, namun jatuhnya malah terlihat basa basi. lambat laun dia mulai mencair. mulai bisa mencari celah untuk bisa berlama-lama berbincang denganku. aku pun mulai merasa nyaman berbicara dengannya. dia juga memberiku perhatian-perhatian kecil yang biasa dilakukan oleh pria untuk mengumpan mangsanya, namun itu justru terlihat lucu di mataku. biasanya aku ilfeel dengan lelaki yang melakukan hal basa-basi itu. tapi yang ini tidak. aku tertawa geli tatkala dia berkata "jangan tidur malam2 ya, gak baik buat kesehatan" atau "makan apa hari ini". dia seakan keluar dari jati dirinya yang asli lalu menampakkan sosoknya yang baru sebagai pria yang perhatian. dia tidak luwes melakukannya. dan aku bisa merasakan kecanggungannya. aku suka ketika dia harus berbasa basi seperti itu.

aku suka caranya cemburu. bayangkan saja, sosoknya yang cuek tiba-tiba saja melontarkan pertanyaan konyol yang justru membuatku tertawa dan bukan kesal. percayalah, dia bukan tipe orang yang mau disalahkan. aku pun tidak bisa menyalahkan sifatnya yang tiba-tiba menjadi sensitif ketika cemburu. dia orang yang bisa menyudutkan dirimu dari kesalahan yang tidak kamu buat. dia adalah orang yg egois. yang menyuruhmu menunggu padahal dia sendiri tidak suka menunggu. tp entah knp aku mau menunggunya.

aku suka memanggilnya aung. anak kampung. aku suka memanggilnya bawu. aku suka memanggilnya tukang sampah. aku suka mengeluh padanya. walaupun jawaban dia dari dulu tidak berkembang. aku rasa dia bukan orang yang kreatif yg pandai merangkai kata untuk memberikan ketenangan bagi pendengarnya. tapi justru aku tenang ketika dia hanya berkata "sabar" "sabar" dan "sabar" lagi.

aku suka ketika dia bertanya "kenapa?" dari setiap status twitter yang aku post. aku suka kata "gitu.." yang selalu diucapkannya di akhir kalimat ketika kita saling bertelponan. aku suka ketika dia tidak menggubris bb nya ketika dia bersamaku. aku suka ketika dia tertawa terbahak-bahak hanya karena kebodohan yang aku buat. aku suka sifat kuatirnya kepadaku ketika dia ingin merokok di dalam mobil katanya "nanti lo keasepan, kasian".

perkenalan yang sederhana, pertemanan yang sederhana, aku pun jatuh cinta padanya dengan cara yang sederhana pula. aku suka sifatnya yang selalu membuatku kesal. aku suka hal yang tidak sempurna dari dirinya. aku suka dia dari awal dia meyakinkan ku bahwa dia sosok yg care sampai dia menjadi sosok yg cuek dan angkuh. aku suka dia dari ketika keyakinannya terhadapku masih tinggi sampai akhirnya tak tersisa sedikitpun sekarang. aku suka dia dari ketika dia menyuruhku untuk menunggunya sampai sekarang ketika dia menyuruhku untuk meninggalkannya.

dear my tukang sampah aung bau, i love you. enough said.

Selasa, 27 Oktober 2009

5 di selasar gedung 4

Kabar duka datang dari Padang, gempa lagi-lagi merenggut korban jiwa di sana. It made me think. Kenapa akhir-akhir ini sering terjadi gempa? belum pulih nasib korban di Tasikmalaya sekarang bertambah lagi di Padang. Dan nggak hanya itu, banyak juga orang-orang yang nggak terduga meninggal di tahun ini seperti Michael Jakcson, Mbah Surip, W.S.Rendra, Noordin.M.Top, dan terakhir yang paling bikin gw kaget dan menyadari kalau kematian itu nggak bisa dihindari adalah kematian sahabatnya temen gw. Well, men, dia masih 20 tahun dan dia sudah harus pergi selamanya secepat itu. And you know what? sebelum dia meninggal, dia sempet ikutan kuis di facebook "found out the Death's Time" dan disana tertera kalau dia meninggal karena kecelakaan mobil. Dan bener aja, dia memang meninggal karena kecelakaan mobil. Mungkin kita berfikir ini hanya sebuah kebetulan tapi kematian itu sendiri nggak datang hanya karena sebuah kebetulan. Selama ini kita terlalu sibuk memikirkan ke-eksis-an diri untuk mendapat pengakuan dari orang-orang, sibuk dalam urusan jatuh cinta, sibuk untuk bercanda, tertawa, bergosip, menghujat kekurangan orang lain, memikirkan karir dan prospek ke depan. We forget about death. Dan ketika itu terjadi kita baru sadar bahwa kematian benar-benar terjadi kapan pun, dimana pun, dan oleh siapa pun tanpa memandang umur.

dan di selasar gedung 4, we talked about it.

salah satu temen gw bilang, "gw pernah kecelakaan mobil. Dan kalo mengingat kondisi mobil pada saat itu, i can't believe that i'am still alive. Dua hari setelahnya, gw megang-megangin rambut dan merasa ada seuatu di kulit kepala and you know what i got? pecahan kaca mobil. gw benar-benar bersukur gw masih bisa hidup."

teman gw yang lain bilang, "kadang gw ngerasa, masa hidup gw di dunia ini cuma sampai sebelum wisuda. Lo tau kan kalo orang yang mau meninggal suka merasa sebelum 40 hari kematian itu datang?"

teman yang lain ikut berkomentar, "iya gw tau, dan gw juga sering merasa kalo umur gw gak akan lama lagi. Dan sebenernya gw sedang merasakan hal itu sekarang. Nggak tau kenapa dari kemarin gw selalu ngomongin kematian-kematian-kematian
dan kematian lagi."

teman gw yang mengalami kecelakaan mobil mengomentari, "setau gw kalo orang mau meninggal ngomongnya ngelantur dan selalu melakukan hal yang aneh."

teman gw yang merasa masa hidupnya sampai wisuda menyetujuinya sambil berkata, "maaf ya teman-teman kalo selama ini gw banyak salah sama kalian."

dan kali ini gw yang berbicara, "udah ah jangan ngomong gitu. Tapi kadang gw pengen egois, i wanna die first before people that i care for, so that i don't have to feel so fucking sad!"

teman gw yang sejak tadi hanya berdiam diri mulai berkomentar, "iya sih bener, jadi kita gak perlu nangis, gak perlu ngerasain gimana sedihnya kehilangan orang yang kita sayang, terutama keluarga"

semuanya saling mengangguk dan berkata "bener lo!"

"gw kadang penasaran deh, klo gw meninggal banyak orang yang ngelayat gak ya? banyak orang yang nangisin gw gak ya?" kata salah satu dari kami berempat, anggap saja namanya A.

lalu B mengomentari, "yang pasti gw akan nangis kalo harus kehilangan teman-teman gw"

dan C berkata "gw mau mati secara spesial, jadi gak gampang dilupain orang. Maksudnya, gw mau ngasih sesuatu yang spesial buat semua orang di sekitar gw. Gw gak mau ninggalin nama doang yang pastinya bakal hilang dan pelan-pelan akan dilupain sama orang-orang."

"Waktu gw baru lahir, bolehlah gw nangis dan orang-orang merasa bahagia dan tertawa menyambut kedatangan gw. Tapi gw mau ketika gw meninggal, orang-orang yang nangis dan gw yang bahagia dan tertawa karena udah damai di alam sana" kata si D.

si E menambahkan, "gw mau kuburan gw ntar gak cuma dikunjungin pas puasa atau lebaran doang. Gw gak mau dilupain. Gw mau mereka tetap menjenguk gw ke kuburan dan ngasih bunga, tanahnya disiramin air, dikirimin doa juga pastinya."

and then, kita semua diam.

oke, hari semakin malam dan kami memutuskan untuk segera pulang. But wait! gw merasa ada sesuatu yang menarik tentang pakaian tiga teman gw, "eh itu baju yang kalian pake kok sama kayak waktu kita ke Anyer ya? kemeja sama daleman kaos gitu kan?"

Lalu teman gw yang lain agak berteriak, "LOH KITA BERLIMA JUGA KAN YANG WAKTU ITU SAMA-SAMA PERGI NGETENG KE ANYER?"

i hate when i...

aku benci selama ini selalu gagal membuat kamu bertemu dengan kata tamat.

pernah suatu saat, aku ingin mempertemukan kamu dengan kata tamat. tapi setiap aku akan melakukan itu, kamu datang lagi dengan menawarkan cerita-cerita baru dan jujur aku cuma sanggup mempertemukan kamu dengan kata bersambung, bukan tamat. aku masih ingin terus menunggu cerita-cerita baru dari kamu. dan aku benci itu.

aku benci ketika aku harus bertanya-tanya cerita apa yang akan kamu tawarkan untuk ku hari ini. lalu kemudian aku pasti akan menebak-nebak apa arti dari cerita kamu. kemudian aku dengan penuh rasa percaya diri akan menyimpulkan arti cerita itu memang khusus kamu buat untukku. dan aku benci ketika aku harus merasa sepercaya diri itu.

malam itu, ketika kamu dan senyum yang hanya dimiliki oleh kamu menghampiriku ketika aku sedang duduk-duduk di ruang alam yang menyediakan bulan dan bintang sebagai penerangnya. dan saat itu aku berusaha mengeluarkan semua simpanan cerita-cerita lucu yang kupunya agar kamu tertawa, mmmh well, membuat people that we care for ketawa katanya bisa jadi senjata buat menarik perhatian orang tersebut. and i did it. dan aku benci ketika aku berhasil membuat kamu tertawa. you know? it seems like there's no tomorrow when we laugh together. dan hal itu harus segera berakhir. that's why, aku benci hal itu.

aku benci ketika tangan kita bersentuhan karena itu membuatku deg-deg-an. yaa, untung saja kamu tidak tahu kalau sebenarnya aku sangat salting. dan ketika kamu duduk di sampingku, hal itu membuatku hafal dan menyukai aroma parfum kamu. i swear, i hate when i'm being with you. why? aku harus menjaga sikapku di depan kamu. menjaga agar semuanya sempurna, berusaha untuk mengontrol bibir dari keinginan senyum-senyum sendiri karena perasaan melting ketika kita berdekatan. berusaha untuk selalu tertawa ketika kamu ber-joke ria. sekalipun itu jayus. dan aku benci rasa itu.

aku benci akan semua hal yang ada pada kamu, yang seakan-akan tanpa cacat, you're so perfect (for me). aku benci ketika aku mungkin saja rela tidak tidur semalaman hanya untuk memikirkan kamu. memikirkan semua hal yang aku lewatkan dengan kamu. sekalipun hal itu hanya sebatas bertegur sapa. dan ketika aku tidak bisa tidur, aku benci karena harus ditemani lagu-lagu kesukaan mu.

oh God, aku benar-benar benci ketika aku harus mengaku kalau aku jatuh cinta. dan aku benci karena baru saja menulis bagian itu pada notes ini, untuk kamu.

dan terakhir,
aku benci ketika tiba waktunya untuk kamu bertemu dengan kata tamat